novi

Kamis, 02 Mei 2013

do'a yg di ajarkan oleh rasulallah SAW,, kepada para sahabatnya.

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa siapa saja yang memohon kepada Allah dengan doa di bawah ini akan dimusnahkan segala gundah gulananya. Allah juga akan membuka pintu kelapangan.

Ketika itu, usai Rasulullah SAW mengajarkan doa ini pada para sahabat, ada seseorang bertanya, “Apakah kami boleh ajarkan doa ini pada yang lain?” Rasulullah SAW menjawab, “Tentu saja boleh. Bahkan, setiap orang yang mendengarnya harus belajar dan mengajarkannya.”

Berikut adalah doa yang diajarkan Rasul bagi mereka yang merasa gunadah gulana dan selalu mendapat musibah bertubi-tubi.

“Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba laki-laki-Mu, dan anak dari hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku ada dalam genggaman-Mu (tiada daya dan upaya selain dari-Mu). Hukum-Mu berlaku pada diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku.

Aku memohon kepada-Mu—dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang mana Engkau namakan diri dengannya, nama yang Engkau tulis dalam Kitab-Mu, nama yang Engkau ajarkan pada seorang dari makhluk-Mu, atau nama yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu—agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya di dadaku dan pelipur sedihku dan penawar gelisahku.” (HR. Ahmad)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ وَابنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِيْ فِيْ يَدَيْكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَائُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ سَمَيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلِ الْقُرآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ وَنُوْرَ صَدْرِيْ وَجَلَاءَ حُزْنِيْ وَذِهَابَ هَمِّيْ


Allâhumma innî ‘abduka, wabnu ‘abdika, wabnu amatika, wa fî qabdhatika, nâshiyatî fî yadaik, mâdhin fiya hukmuk, ‘adlun fiya qadhâ-uk, as-aluka bikullis-min sammaita bihi nafsak, au anzaltahu fî kitâbik, au ‘allamtahu ahadan min khalqik, awis-ta’tsarta bihi fî ‘ilmil ghaibi ‘indak, an taj’alil-qur’âna rabî’a qalbî, wa nûra shadrî, wa jalâ-a huznî wa dzihâba hammî




Jumat, 04 Januari 2013

TEKADKU HARI INI.

  KESADARAN DIRI SENDIRI ITU SANGAT PENTING, KARNA ORANG LAIN SANGAT  KECIL PELUANGNYA UNTUK MENYADARKN KITA,,,,,,,,


          Aku tidak tahu kapan kematian menjemputku. Bisa jadi hari ini aku meninggalkan dunia ini. Oleh karena itu pada hari ini aku akan memperbaiki penampilanku, aku akan mudah tersenyum dan lebih ramah kepada orang lain. Pada hari ini aku akan berusaha untuk melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah. Pada hari ini aku bertekad untuk mengerjakan shalat wajib tepat waktu. Aku juga akan berusaha menambah pahala dengan melakukan hal sunnah seperti shalat sunnah dan membaca Al-Quran. Aku akan membaca buku- buku, buku yang berguna bagi peningkatan akhlak dan kemampuanku. Aku akan merenugi kehidupan dunia, belajar giat, bekerja dengan penuh gairah dan mampu memberikan manfaat kepada orang lain.


           Pada hari ini aku akan berusaha menanam pohon kebaikan, mencabut akar kejahatan, menghilangkan penyakit hati seperti iri dengki, dan prasangka buruk. Pada hari ini aku harus menjadi orang yg bermanfaat bagi orang lain. Aku akan memberikan kebahagiaan kepada orang lain, menjenguk orang sakit, berta`ziah kepada orang yang meninggal, memberikan petunjuk kepada orang yang sedang kebingungan, memberi makan kepada yang kelaparan dan meringankan orang yang menderita. Aku akan mendampingi orang – orang yang teraniyaya, memberikan pertolongan kepada orang yang lemah, memuliakan orang alim, menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.


            Pada hari ini aku bertekad mengucapkan selamat tinggal masa lalu, karena bagaimanapun semua telah berakhir. Bagiku kemarin tenggelam bersama dengan tenggelamnya matahari. Aku juga tidak akan membiarkan diriku hanyut dalam harapan yang semu. Aku tidak takut bertemu dengan hari esok penuh dengan harapan.Hari esok merupakan masa yang belum tersentuh dan belum mempunyai bentuk. Lalu, mengapa aku harus menyibukkan diri dengan hal itu?


 DO'A YANG BAIK 

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam segala urusan dan aku memohon kepada-Mu sikap lurus dan terpimpin. Dan aku memohon kepada-Mu agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu serta berbakti kepada-Mu dengan sebaik-baiknya. Aku memohon kepada-Mu lisan yang benar, hati yang bersih. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa-apa yang Engkau ketahui dan aku memohon kepada-Mu dari kebaikan apa-apa yang Engkau ketahui dan aku memohon ampunan dari apa-apa yang Engkau ketahui, karena sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui hal-hal yang gaib.
(Hr. Turmudzi)